Perangkat Desa Wonorejo Dikabarkan Tertangkap Siber Polda Jatim Karena Judol, Wadir Siber Membantah

Hukum1489 Dilihat

PASURUAN – Pemberantasan judi online (Judol) yang selalu digaungkan pemerintah sepertinya tak begitu berlaku bila melihat fakta dilapangan. Bahkan polisi yang diberi kewenangan untuk menangkap, juga tak jelas arahnya mau dipenjara atau hanya sekedar ajang tangkap lepas saja. Jumat (24/10/2025)

Bahayanya, tangkap menangkap tanpa tujuan jelas itu sangat berpotensi dijadikan ajang cari untung. Karena biasanya, pelaku atau keluarganya panik dan berupaya bebas dengan cara apapun. Sehingga, potensi terjadinya transaksi dibawah meja itu sangat besar sekali.

Cerita itu mirip sekali seperti yang terjadi di Wilayah Wonorejo Pasuruan. Informasi yang diperoleh Kabar Lensa, ada seorang warga berinisial MHR alias MYN katanya ditangkap oleh oknum polisi.

“MYN ketangkap lagi,” kata sumber Kabar Lensa

Disinyalir, oknum yang melakukan penangkapan merupakan anggota Siber Polda Jatim. MHR katanya ditangkap di parkiran masjid Pasar Wonorejo pada Senin malam Selasa (6/10) lalu.

“Tadi malam ba’da magreb di parkiran masjid,” jelas sumber Kabar Lensa pada keesokan harinya.

Berita penangkapan itu rupanya sudah tidak bisa ditutupi lagi dikalangan masyarakat. Apalagi, MHR yang ditangkap oleh polisi ini statusnya sebagai tokoh alias perangkat desa di Wonorejo.

“Yang nangkap dari Polda, katanya siber bagian judi online,” jelas warga sekitar.

Sayang seribu sayang, MHR yang katanya ditangkap polisi itu tak lama melenggang bebas alias sudah dikeluarkan. Sehingga, presepsi buruk tentang kinerja kelolisian saat ini makin merosot dan terkesan main main main dalam berantas judol.

Saat dikonfirmasi, Daniel Marunduri Somanosa selaku Wadir Siber Polda Jatim malah menyangkal adanya penangkapan. Dia berdalih jika anggotanya tak pernah melakukan penangkapan terhadap MHR.

“Tidak ada tangkapan ini mas,” sangkal Wadir Siber Polda Jatim.

Dugaan tangkap lepas kasus judol ini makin bikin penasaran saja. Pasalnya, Wadir Siber ngakunya tak pernah nangkap,  sedangkan dikalangan masyarakat banyak sekali yang mengatakan jika ada penangkapan judol di Wonorejo.

Isu penangkapan oknum perangkat desa ini bikin penasaran. Pasalnya sekelas Wadir mengaku tak melakukan penangkapan terhadap oknum perangkat desa itu. Apa benar benar Polisi atau hanya Polisi gadungan yang mengaku sebagai anggota Siber Polda Jatim? _Bersambung

(Die)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *