PASURUAN – Rudi Hartono, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan geram dengan berita miring masalah pemanggilan dirinya sebagai saksi di KPK. Politis PKB itu mengaku rugi karena menurut dirinya peristiwa pemanggilan itu tak pernah ada alias bohong. Kamis (10/7/2025).
Dia meminta agar segera diberikan hak jawab tentang tuduhan yang mengarah pada pribadinya. Selain itu, tuduhan itu juga menyasar pada jabatannya sebagai wakil rakyat di Pasuruan. Bahkan partai tempat dia bernaung juga terseret – seret gara gara masalah itu.
“Saya tidak pernah dipanggil apalagi menjadi saksi kasus korupsi yang berurusan dengan KPK,” kata Rudi Hartono.
Selain itu, Rudi juga mengaku sudah melaporkan masalah ini ke Polisi. Dia menganggap berita itu adalah berita bohong yang sangat merugikan dirinya sebagai pejabat. Apalagi, Rudi mengaku di tahun 2029 akan maju sebagai Calon Bupati di Pasuruan.
“Kalau sampai ini termuat dan tak bisa tackdwon, bagaimana citra harkat dan maryabat kami.” Papar Rudi Hartono.
Rudi menambahkan jejak digital berita tersebut sulit dihapus dengan mudah. Karena marasi dipanggil KPK itu akan mengasumsikan seakan-akan dirinya berkomplot dengan para koruptor.
“Bukan masalah berita di periksa atau tidak, karena bahasa di periksa menjadi saksi itu kalau yang ngomong KPK maka asumsinya berbeda, berarti kami seolah-olah salah satu bagian orang yang korup,” imbuh Rudi.
Lebih monohok lagi, dalam berita itu wajah anggota dewan itu dipampang jelas. Sehingga, dia mengaku alami kerugian dan karir politiknya dibunuh karena muatan berita tersebut.
(Die)







