PASURUAN – Ali Ahmad, warga Kalirejo Sukorejo yang menjadi korban penganiayaan, tadi (24/12) siang mendatangi Polres Pasuruan untuk dimintai keterangan oleh polisi. Korban mendatangi Polres Pasuruan didampingi oleh penasehat hukumnya Yoga Septian Widodo. Rabu (24/12/2025).
Kata Ali, dirinya dipukuli oleh gerombolan orang dengan membabi buta. Tanpa babibu, Ali dikeroyok para preman seperti di film film mafia. Dia mengaku sempat disekap dalam mobil oleh gerombolan orang yang tidak dia kenal. Dia hampir saja kehilangan nyawa jika temannya tidak datang.
“Saya sendirian, dan saya sempat berifikir mati saat didalam mobil karena mereka terlihat brutal sekali ketika menganiaya saya,” kata Ali.
Ali sebenarnya tak kenal sama sekali dengan orang orang yang menganiayanya. Namun, dia sangat hafal dengan wajah wajah pelaku bila bertemu atau jika diperlihatkan. Ali juga akhirnya tahu, karena salah satu pelaku pamer wajah dengan bahasa menantang saat melakukan penganiayaan.
“Saat mukuli saya, salah satu pelaku sempat mencekik saya sambil berkata Deloen raiku titeni aku (lihat wajah saya,ingat ingat wajah saya)” kata Ali.
Untuk masalah ormas, Ali menepis jika dirinya dianggap sebagai anggota ormas. Dia mengaku tidak pernah terlibat dalam kegiatan ormas manapun seperti berita yang sudah beredar di luar.
“Nggak pernah mas saya ikut ikut ormas, saya cuman pekerja serabutan. Jadi berita yang beredar itu salah semua karena mereka tidak pernah konfirmasi ke saya untuk atau ke pengacara saya,” kata Ali
Ditempat yang sama, Yoga Septian Widodo mendesak biar kepolisian negara segera menangkap para pelaku yang telah menganiaya kliennya. Yoga juga meminta agar polisi tidak melepas mobil yang menjadi sarana tindak pidana kejahatan.
“Saya berharap polisi segera menangkap pelaku yang telah menganiaya klien saya dan saya meminta polisi tidak sampai melepaskan mobil yang saat itu digunakan sebagai sarana dalam melakukan tindak pidana penganiayaan,” kata yoga. (Die)







