Dua Rumah Porak Porandak Jadi Sasaran Warga Akibat Anak SD Tewas Diganco

Hukum, Kriminal1201 Dilihat

PASURUAN – Meski pelaku Afandi sudah diamankan, amarah warga rupanya tak dapat terbendung. Korban Mukhammad Haidar Mustofa (7) bocah SD kelas 1 yang matinya sangat tragis memicu kemarahan memuncak. Sabtu (9/8/2025).

Setelah sholat jenazah, sebuah bangunan milik pelaku dan saudaranya jadi sasaran. Pagar yang mengelilingi rumah pelaku dan keluarganya  itu terlihat porak porandak akibat kemarahan warga. Selain itu, dua rumah yang berada dalam pagar juga tak luput dari amukan warga.

Pantauan Kabar Lensa, atap rumah bagian depan nampak ambruk serta barang barang berhamburan dihalaman rumah pelaku. Pagar yang terbuat dari besi juga terlihat copot dari tembok beton rumah.

“Sulit di bendung pak, karna kematiannya sangat tragis dan perusakan itu spontanitas,” ujar Warga sekitar.

Hingga saat ini, sejumlah petugas dari Polsek dan Polres Pasuruan nampak melakukan penjagaan ketat. Mereka mengantisipasi agar situasi menjadi kondusif dan aman.

Perlu diketahui, tadi siang sekitar pukul 11.15 Wib, warga Sambisirah Wonorejo geger karen insiden bocah tewas digancu tetangganya sendiri. Korban sempat dibawa ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong karen luka dikepala yang begitu parah.

Pelakunya adalah Moh. Afandi (32) yang rumahnya 10 meter dari tempat kejadian. Massa sempat melempari rumah pelaku namun sempat dihalau polisi yang saat itu datang kelokasi untuk mengamankan pelaku. Malam harinya, kemarahan warga kembali memuncak dan dua bangunan serta pagar rumah porak porandak jadi sasaran.

(Die)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *