PASURUAN – Istilah mobil “Layangan” mungkin masih asing di telinga kita. Namun di dunia bisnis gadai, istilah mobil layangan itu sudah sangat familiar dan bukan bahasa asing. Senin (29/12/2025)
Agar tak penasaran, Kabar Lensa mencoba cari tahu apa sebenarnya istilah mobil layangan itu. Tujuannya, agar masyarakat awam tidak sampai tertipu dengan modus modus seperti ini.
Dalam dunia gadai, istilah layangan itu merupakan akal bulus pemilik mobil dalam sebuah transaksi agar bisa meraup untung cepat. Trik dan intrik bisnis modus mobil layangan, biasanya melibatkan dua orang atau lebih. Dari dua orang ini, biasanya punya peran sendiri sendiri.
Ada pemilik mobil yang akan berperan sebagai pelaku utama tapi juga berperan seakan akan jadi korban. Ada pemain kedua yang nantinya berperan sebagai penggadai mobil. Juga ada pemain ketiga yang berperan sebagai makelar dan pencari mangsa.
“Istilah mobil layangan itu biasanya ada permainan antara pemilik mobil dengan orang yang disuruh menggadaikan, kadang juga ada makelar berperan sebagai pencari target penerima gadai,” kata Akbar sumber kabar lensa.
Dalam permainan gadai mobil “layangan”, biasanya yang menjadi otak pelaku adalah sang pemilik mobil. Dia akan memerintahkan pemain kedua untuk menggadaikan ke orang lain. Atau, pemain kedua ini akan menggandeng pemain ketiga yang tugasnya berpura pura sebagai mekelar.
“Peran orang suruhanan pemilik mobil ini adalah menggadaikan mobil kepada penerima gadai dan akan menghilang jika uang sudah diterima,” jelas Akbar.
Modus gadainya biasanya tidak langsung menggunakam mobil yang benar benar akan dijadikan umpan. Biasanya, pemain kedua ini akan memberikan mobil yang tidak bermasalah. Selang beberapa hari, mobil itu akan ditukar dengan mobil yang akan dijadikan umpan.
“Biasanya akan pemain kedua ini akan memberikan mobil yang tidak bermasalah. Lalu mobil itu akan ditukar dengan alasan bermacam-macam,” jelas Akbar.
Setelah si penerima gadai masuk perangkap pemain kedua, selang beberapa hari akan datang sejumlah orang kepada korban penerima gadai. Dia akan mengambil paksa mobil yang digadaikan dengan alasan telah tertipu atau mobil miliknya digelapkan orang lain.
“Jika korban atau penerima gadai sudah makan umpan mobil layangan, maka sang pemilik mobil ini akan datang mengambil mobil miliknya dan berpura pura mobilnya digelapkan oleh orang,” kata Akbar.
Makanya, Akbar mewanti-wanti agar waspada menerima gadai. Karena modus modus semacam ini sudah banyak terjadi dan selalu yang jadi korban adalah penerima gadai mobil layangan. (Die)







