Hadiri Majelis Burdah di Wonorejo, Kapolres Pasuruan Ajak Ulama dan Masyarakat Jaga Kamtibmas

Pemerintah12 Dilihat

PASURUAN – Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono hadiri kegiatan pembacaan Sholawat Nabi Majelis Burdah yang diikuti sekitar 1.000 jamaah di kediaman Subakir Jagung, Dusun Madurejo, Desa Wonorejo, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Kamis (5/11/2026) malam.

Kesempatan ini ia gunakan untuk mengajak para ulama dan masyarakat memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.30 hingga 22.05 WIB tersebut dipimpin Pengasuh Majelis Burdah KH Faishol Munir. Selain menjadi agenda rutinan setiap malam Jumat, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara kepolisian, ulama, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, KH Faishol Munir menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolres Pasuruan beserta jajarannya. Menurutnya, kehadiran kepolisian di tengah kegiatan keagamaan dapat memperkuat hubungan baik antara ulama, masyarakat, dan aparat keamanan.

Ia juga mengingatkan bahwa kepolisian memiliki tiga tugas penting, yakni menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum secara adil, serta mengayomi dan melayani masyarakat.

“Kami berharap kepolisian dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai orang yang benar justru disalahkan. Semoga Polres Pasuruan senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas,” tutur KH Faishol Munir.

Sementara itu, Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono mengatakan, sinergi antara ulama dan umara atau pemerintah menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan situasi keamanan yang aman dan kondusif.

Ia menyebut, ulama memiliki peran strategis dalam memberikan tuntunan moral dan membimbing masyarakat, sedangkan pemerintah dan kepolisian bertanggung jawab memberikan pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum.

“Kami berharap dapat menjalin komunikasi, silaturahmi, serta kerja sama yang baik dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya para ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat,” kata Irawan.

Kapolres juga mengungkapkan bahwa jumlah personel Polres Pasuruan belum sebanding dengan luas wilayah dan jumlah penduduk yang harus dilayani. Karena itu, menurutnya, menjaga keamanan tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Irawan turut menyinggung kejadian aksi pengancaman oleh seseorang yang dikenal dengan sebutan “Bang Jago” di wilayah Kecamatan Beji dan sempat menjadi perhatian publik di media sosial.

Ia menegaskan, setiap tindakan yang mengganggu ketertiban dan meresahkan masyarakat harus ditangani secara serius. Untuk itu, masyarakat diminta tidak ragu melaporkan berbagai potensi gangguan keamanan kepada pihak kepolisian.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak perlu ragu menyampaikan informasi maupun melaporkan setiap permasalahan yang berpotensi mengganggu kamtibmas. Sekecil apa pun informasi dari masyarakat sangat berarti bagi kami sebagai bahan deteksi dini dan langkah pencegahan,” ujarnya.

Irawan juga mengingatkan masyarakat bahwa kepolisian menyediakan layanan Call Center 110 yang dapat dihubungi secara gratis atau tanpa pulsa apabila membutuhkan bantuan kepolisian. Personel akan merespons laporan dan mendatangi lokasi sesuai kebutuhan.

Selain persoalan keamanan, Kapolres turut mengingatkan masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Patuh. Pengendara sepeda motor diminta menggunakan helm berstandar SNI, sementara pengemudi mobil wajib mengenakan sabuk pengaman dan melengkapi dokumen kendaraan.

“Yang paling utama adalah mengutamakan keselamatan, karena keluarga kita menunggu di rumah,” pesannya.

Kepada para orang tua, Irawan juga berpesan agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama untuk mencegah tindakan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari, termasuk melalui media sosial.

Ia mengajak orang tua membangun komunikasi yang baik dengan anak serta menanamkan nilai sopan santun, toleransi, dan saling menghormati. Pendidikan keagamaan juga dinilai penting untuk membentuk pondasi moral dan akhlak generasi muda.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Polres Pasuruan, di antaranya Kasat Lantas AKP Jauhar Rizqullah Sumirat, Kasat Samapta AKP Rudi Santoso, Kasat Intelkam AKP Ahmad Santoso, serta Kapolsek Wonorejo IPTU M. Mahdi Heaveny Noviansyah.

Hadir pula sejumlah tokoh agama, di antaranya KH Abdul Halim dari Pondok Pesantren Al Hidayah Jatigunting, KH Anshori, KH Kholil, dan Habib Hasyim. Ketua AKD Yudi Iswanto bersama perwakilan kepala desa se-Kecamatan Wonorejo, Ketua MWC NU Wonorejo Ustad Zainul, serta jajaran pengurus NU setempat juga mengikuti kegiatan tersebut. (Son)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *