PASURUAN – Pengacara “gadungan” kembali berulah di Pasuruan. Kali ini, seorang wanita asli Wonorejo Pasuruan menjadi mangsanya saat dirinya tertimpa musibah karena sang suami ditangkap polisi. Rabu (14/1/2026).
Alih alih mau membantu suaminya yang tertangkap polisi, ternyata pria yang sering mengaku pengacara itu malah melakukan hak tak senonoh. Dia membawa perempuan itu ke villa tretes dan menyetubuhinya.
Cerita itu didapat oleh Kabar Lensa dari perempuan yang menjadi korban kebiadaban lelaki yang sering mengaku sebagai pengacara itu. Dia pertama kali kenal setelah suaminya ditangkap karena narkoba.
“Suami saya ditangkap hari Kamis, terus hari Jumat keluarga suami saya datang ke Polda dengan pria itu,” kata perempuan itu.
Hari Sabtu (20/9), perempuan itu bersama pengacara gadungan tersebut menemui seorang yang dia kenalnya sebagai penyidik Narkoba di Polda Jatim. Dia mengaku bertemu di sebuah tempat di daerah Sidoarjo untuk membahas masalah suaminya.
“Ada foto fotonya pak, sudah saya simpan semua terkait masalah ini,” ujar perempuan itu.
Usai pertemuan itu, keesokan harinya dia menagih janji untuk dipertemukan sama suaminya yang ditangkap polisi. Tapi katanya, pria yang sering memakai gelar SH,MH itu selalu menunda-nunda dengan alasan bermacam-macam.
“Alasannya banyak, padahal saya hanya kangen pingin bertemu suami saya. Saya gak tega melihat suami di penjara,” kata wanita itu.
Senin siang, dia sedikit gembira karena dijanjikan akan dipertemukan dengan suaminya oleh pengacara gadungan itu. Sekitar jam 11 siang dia diajak bertemu di alun alun Bangil oleh oknum tersebut. Namun, ketika sampai di Bangil, pria tersebut mengatakan jika waktunya tidak pas.
“Saya pakai sepeda kesana tapi sesampainya di Bangil dia kok malah nunda lagi katanya kalau siang tidak bisa,” imbuhnya.
Perempuan itu akhirnya bingung dan minta kejelasan kapan bisa bertemu suaminya. Namun, pria itu malah berbelit-belit dengan alasan mengajak perempuan itu makan dulu.
“Saya diajak naik mobil tapi saya takut akhirnya saya minta boncengan sepeda saja untuk ketemu suami saya,” paparnya.
Perempuan itu sebenarnya tidak mau diajak makan bareng. Tapi dalam pikirannya dia harus bertemu samg suami yang sudah berhari hari tidak bertemu. Lebih mengejutkan lagi, rupanya alasan makan itu cuma cara licik lelaki itu. Perempuan itu katanya dibawa ke sebuah villa di Tretes dan dipaksa melayani nafsu bejatnya.
“HP saya diambil saat dalam kamar lalu saya dipaksa, kalau tidak mau maka saya tidak akan dipertemukan dengan suami,” pungkasnya.
Saat dikonfirmasi, lelaki yang diduga menjadi pelaku dengan modus tipu daya itu bungkam kepada media. Sepertinya, kasus ini akan membongkar kebobrokan yang selama ini dipoles dengan modus pendampingan hukum. (Die)







