Buntut Laporkan Kasus Sapi Dana Desa Wilayah Wonorejo, Erik Ngaku Diteror Keluarga Kades dan Mau Digrebek

Hukum861 Dilihat

PASURUAN – Aksi ancam mengancam rupanya masih berlaku di Pasuruan. Faktanya, seorang pria bernama Akhmad Roziq alias Erik (40), warga Desa Plinggisan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan mengaku diteror oleh seseorang melalui sambungan telepon. Selasa (9/9/2025)

Kata Erik, ancaman menakutkan itu dialami dirinya sekitar pukul 05.00 Wib atau setelah sholat Subuh. Erik sempat merekam nada ancaman yang diucapkan dalam bahasa daerah. Dugaan sementara, dua pria yang mengancam Erik ini merupakan keluarga Kepala Desa di Wonorejo.

“Pas saya angkat telepon itu, tiba tiba dia mgancam mengancam akan menggerebek rumah saya dan akan menurunkan orang orang dari Sapulante,” kata Erik.

Kasus pengancaman ini rupanya ada sangkut pautnya dengan permasalahan dana desa yang kini ditangani Unit Tipidkor Polres Pasuruan. Karena, Erik sendiri merupakan orang yang ikut andil dalam melaporkan masalah sapi ketahanan pangan yang kini kasusnya sedang didalami polisi.

“Saya hafal suara yang ngancam saya itu. Dan hari ini juga dua orang itu akan saya laporkan ke polisi, karena ini menyangkut kemanan saya dan keluarga,” imbuh Erik.

Erik sendiri tak menepis jika dia ikut mengawal perjalanan dugaan kasus korupsi yang menyeret salah satu desa di Wonorejo. Selain mansalah ancaman, dia juga meminta agar polisi mempercepat proses dugaan korupsi ketahanan pangam di desa yang sudah dia laporkan.

“Hukum adalah panglima. Bila hukum takluk dengan ancaman atau kekuasaan, maka jangan salahkan jika rakyat menilai hukum selalu tajam kebawah dan tumpul keatas,” pungkasnya.

(Die)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *