Diduga Limbah Pabrik Mengalir Deras ke Sungai Kejayan

Hukum, Peristiwa543 Dilihat

PASURUAN – Bagi warga pedesaan, sungai merupakan solusi bagi untuk kebutuhan sehari-hari. Tak jarang, air yang mengalir di sungai, dimanfaatkan sebagai sarana cuci baju bahkan mandi atau kebutuhan-kebutuhan lainnya. Rabu (04/10).

Sehingga, kebersihan air di sungai itu menjadi hal yang penting ketika mereka beraktivitas dalam keseharian. Kenyamanan, dan kebersihan sungai sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat penikmat air bersih dan sehat.

Namun kali ini, sungai yang biasa digunakan mereka untuk mandi, malah menjadi tempat pembuangan air yang diduga limbah pabrik. Sehingga, air yang biasa mereka gunakan, dianggap tak layak lagi untuk digunakan untuk mandi atau lainnya.

Instalasi pembuangan itu nampak jelas ketika salah satu warga mengabadikan detik-detik air yang diduga limbah pabrik itu mengalir deras ke sebuah sungai di Wilayah Wrati Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.

Nampak seseorang tengah membawa sebuah botol dan berusaha mengambil air yang keluar dari pipa itu. Dari video yang diunggah di media sosial itu, terlihat seseorang berada dibawah pipa tempat keluarnya air yang disinyalir limbah perusahaan itu.

Warga sekitar yang biasa ke sungai itu rupanya terganggu dengan aliran pipa itu. Karena, selain bau tak sedap, mereka juga mengaku ada lendir yang timbul akibat aliran dari pipa itu dan katanya gatal.

“Sungai itu bukan hanya untuk mandi tapi juga untuk nyuci baju oleh warga mas,” kata salah satu warga Wrati.

Menurut mereka, sungai yang dialiri buangan dari pipa itu bukan hanya berdampak pada Warga Wrati saja. Karena, air itu juga mengalir dan hilirnya masih banyak warga desa lain pengguna air sungai itu.

Aliran pipa yang diduga limbah pabrik itu, kata warga mengalir setiap hari. Bahkan sempat diambil sample oleh Puskesmas tapi sampai ini masih tak jelas jluntrungnya.

“Kalau gak salah sudah diambil sample airnya oleh puskesmas tapi gak tahu sampai sekarang gak ada judulnya,” kata warga yang enggan disebut namanya.

Sementara itu, Heru Kepala Dinas Lingkungan Hidup mengaku kalau dirinya belum mendapat laporan terkait hal itu. Dia masih menunggu apa yang saat ini jadi permasalahan warga.

“Sampai saat ini saya belum tahu apa yg diributkan, karena belum ada laporan ke saya,” kata Heru Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

(Die)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *