PASURUAN -Dalam kerusuhan semalam, ada kejadian aneh yang perlu didalami polisi. Sepertinya, bentrokan antara dua kubu itu disusupi oleh pihak pihak yang ingin meraup keuntungan pribadi. Karena, banyak yang tak masuk akal jika hanya dianggap adu gengsi saja. Rabu (12/8/26)
Banyak peristiwa janggal jika peristiwa itu murni adu gengsi hingga bentrok antara dua kubu. Contohnya, yang jadi sasaran perusakan ternyata mobil polisi yang saat itu berusaha mengamankan lokasi.
Selain perusakan, juga ada peristiwa pencurian barang barang mulai HP bahkan sejumlah sepeda motor. Sehingga, adu gengsi yang awalnya menjadi satu satunya motif, malah lari pada pencurian barang disertai kekerasan.
Selain itu, ada pemuda yang dikabarkan tangannya hancur karena ledakan bondet. Sementara, belum diketahui pasti apakah bondet itu memang dilempar orang lain atau meledak sendiri di tangannya. Dan saat ini, korban dan temannya masih berada di rumah sakit.
Banyaknya kendaraan dan HP yang hilang membuat bingung motif kerusuhan yang terjadi. Bisa saja, kekisruhan antar kubu itu memang disusupi para pelaku kriminal. Sebab, momen genting itu biasanya banyak digunakan para pelaku kriminal untuk beraksi.
Salah satu contoh orang yang menjadi korban kekisruhan itu adalah Muhammad Kharis Maulana, warga Grati yang tinggal di Kluwut Wonorejo. Korban bukanlah sporter salah satu kubu dan bukan simpatisan. Namun, dia babak belur dihajar oleh sejumlah orang saat berada di Sengonagung Purwosari.
Selain dihajar, sepeda motor scoopy milik korban ternyata diembat orang tak dikenal ketika korban terkapar. Perampasan sepeda motor itu rupanya memang sengaja, karena sebelum sepeda motornya diambil, ternyata remot sepeda motor yang berada dalam tasnya terlebih dahulu dirampas.
“Saya pulang kerja dari Pier setibanya dilokasi saya dihajar dan sepeda motor serta HP saya diambil padahal saya bukan seporter dan bukan pendukung Arema atau Bonek dan saya sama sekali tidak memakai atribut apapun,” kata korban Muhammad Kharis Maulana.
(Die)












