PASURUAN – Zulfia (29) warga Kecamatan Pandaan Pasuruan alami perampasan dikampungnya sendiri. Peristiwa itu terjadi di rumah korban pada Minggu (29/6) kemarin sekitar pukul 16.45 Wib.
Terduga pelakunya seorang pria yang datang mengaku sebagai calon pembeli mobil yang berasal dari Jember Jatim. Korban sempat terik-tarikan dengan terduga pelaku yang saat itu ngotot niat ambil barang milik korban.
Karena kalah kuat, korban akhirnya kehilangan surat surat kendaraan mobil mulai BPKB hingga STNK. Selain surat, terduga pelaku juga menggondol 2 kuncil mobil miliknya.
Ceritanya, mula-mula korban memposting foto mobil yang hendak dia jual melalui akun media sosial Facebook. Dia juga mencantumkan nomor telpon agar gampang dihubungi. Dari postingan itu, korban dihubungi seseorang melalui WhatsApp yang mengaku sebagai broker alias makelar.
Singkat cerita, makelar itu ngomong bahwa ada pembeli yang bakal datang untuk melakukan transaksi pembelian mobil. Dan akhirnya, orang yang di maksud oleh makelar itu datang membawa Mobil sedan bersama dua orang wanita.
“Makelar itu minta sharelock rumah saya. Dan akhirnya datang 3 orang yang mengaku dari Jember dan mengaku akan membeli mobil Avanza saya,” kata Zulfia.
Seperti lumrahnya jual beli, orang itu sempat lihat lihat surat dan kondisi mobil. Namun dalam obrolan itu si calon pembeli tak pernah menanyakan harga mobil yang mau dijual itu. Bahkan, antara penjual dan pembeli itu belum ada tawar menawar apalagi kesepakatan harga.
Tiba tiba, orang tersebut mengaku sudah transfer uang sebanyak 118 Juta rupiah untuk pembelian mobil. Padahal sang penjual sendiri belum pernah kirim rekening ke calon pembelinya.
“Harga saja belum ada judulnya kok tiba tiba mengaku sudah transfer. Anehnya saya sendiri belum pernah kirim nomor rekening ke calon pembeli itu,” imbuh korban.
Usai ngaku transfer, pembeli tersebut rupanya ngotot ambil paksa surat dan kunci mobil. Sampai sampai, terjadi perebutan antara calon pembeli dan wanita pemilik mobil itu.
“Sempat saya pertahankan barang barang itu namun saat tarik tarikan saya kalah dan akhirnya barang itu dibawa,” kata korban.
Pria tersebut sempat mengajak korban ke kantor polisi. Korban pun mengaku nurut dengan keinginan si pembeli. Namun karena tak ada jalan keluar, akhirnya pria tersebut balik ke rumah tamannya dengan alasan beristirahat.
“Saya beri kesempatan agar surat dan kunci mobil saya segera dikembalikan karena saya mengalami kerugian atas perbuatannya,” pungkasnya. _Bersambung
(Yudie)







