Penghasilan Merosot Gara-gara Peristiwa di Purwodadi, Penumpang Enggan “Ngecer”

Hukum, Peristiwa477 Dilihat

PASURUAN – Kasus perampasan laptop dan kekerasan terhadap siswa SMKN Purwosari, yang terjadi dalam Angkutan Umum Jurusan Pasuruan Malang, rupanya berdampak luas terhadap masyarakat. Rasa takut dialami siswa dan orang saat berangkat dan pulang sekolah dengan cara “ngecer”.

Setelah peristiwa itu, mereka mengaku khawatir jika anaknya harus pulang-pergi naik angkutan umum, ketika anaknya berangkat dan pulang sekolah. Mereka takut kejadian jika kejadian itu terulang lagi, karena pelakunya belum tertangkap. Senin (28/8).

Selain kepada siswa dan wali murid, peristiwa itu juga berdampak pada para sopir angkutan umum, khususnya jurusan Pasuruan – Malang. Mereka mengaku penghasilannya merosot tajam usai peristiwa itu.

“Kejadian ini merugikan sekali bagi para sopir angkutan umum Surabaya-Malang seperti kami,” Kaja Vijai Sopir Elf jurusan Pasuruan – Malang.

Vijai mengaku, jika para siswa, terlihat was-was untuk naik mobil angkutan umum setelah kejadian itu viral dimana-mana. Padahal, rata-rata langganannya, adalah para siswa yang mau berangkat, dan pulang sekolah.

“Kondisi penumpang sekarang sudah sepi ditambah kejadian ini orang semakin enggan naik angkutan umum,” Keluh sopir asal Wonorejo ini.

Vijai menambahkan, tidak semua sopir punya akal bejad seperti yang terjadi beberapa hari lalu. Peristiwa brutal yang menimpa siswi SMK itu merupakan, kelakuan oknum yang ingin dapat uang secara instan dan tak punya niat untuk mencari rizki yang halal.

“Sopir angkutan baik-baik, niat mencari nafkah untuk keluarga dan tidak ada yang jahat ke penumpang,” jelas sopir terlihat.

Vijai berharap, agar para penumpang tak takut nai angkutan umum. Dia menduga jika pelaku itu bukanlah murni bekerja sebagai sopir namun sebagai kedok belaka.

Dia juga berharap, pelaku perampasan yang terjadi di angkutan umum Pasuruan – Malang segera ditangkap polisi. Karena hal itu akan mengembalikan kepercayaan para penumpang, yang saat ini was-was untuk naik kendaraan miliknya.

“Mungkin pelaku itu memang orang luar yang sengaja nyewa kendaraan angkutan untuk melakukan kejahatan. Saya Berharap pelaku tertangkap.” Harap Vijai.

Kamis (24/8) sore, seorang siswi SMKN Purwosari menjadi korban perampasan dan kekerasan dalam mobil angkutan umum Pasuruan-Malang, ketika pulang sekolah. Korban saat itu dibekap oleh pelaku ketika berada dalam mobil. Pelaku juga menganiaya korban karena dianggap melakukan perlawanan.

Selain itu, pelaku juga menggasak Laptop merk HP yang saat itu dibawa oleh korban. Anak belasan tahun itu kemudian diturunkan paksa oleh pelaku dipinggir jalan Raya Malang-Surabaya, di Dusun Pare Desa Parerejo Kecamatan Purwodadi. Saat itu, korban juga diancam akan dibunuh kalau berani melawan dan lapor Polisi.

Informasi terakhir, polisi mengamankan mobil pelaku yang dibuat untuk beraksi. Saat itu, polisi mengerahkan gabungan untuk memburu pelaku. Saat kejar-kejaran, pelaku curiga dan mencari selamat dengan meninggalkan mobil di pinggir jalan.

Ciri-ciri mobil yang diamankan, berwarna biru tua, dengan plat nomor N 7198 UT berwarna kuning. Dari body depan, nampak tulisan Wijaya Trans. Sedangkan pada kaca depan mobil terdapat stiker kuning bertuliskan CINDUA.

Namun hingga saat ini belum ada informasi jika pelaku tertangkap. Rupanya, polisi lagi serius memburu pelarian pelaku. ”Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya,” kata Farouk Kasat Reskrim Polres Pasuruan. Sabtu (26/8) kemarin.

(Die)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *