Mau Mediasi Malah “Ghosting”, Kasus Perampasan Dilaporkan ke Polisi

Hukum1066 Dilihat

PASURUAN – Insiden peramapasan surat kendaraan dan kunci mobil yang dialami oleh Zulfia (29) warga Desa Kebonwaris Kecamatan Pandaan Pasuruan, Selasa kemarin dilaporkan ke polisi. Berdasarkan Nomor : LPM/249/VII/2025/SPKT POLRES PASURUAN, Zulfia mengaku mengalami kerugian akibat perkara tersebut. Rabu (2/7/2025).

Melalui penasehat hukumnya Yoga Septian Widodo, Zulfia memang tak langsung lapor ke polisi. Dia masih menunggu itikad baik dari terlapor yang diketahui berinisla MKR warga Jember. Bahkan, sang pengacara sudah memberikan penjelasan dan peringatan terhadap terlapor jika perbuatan terlapor dapat berakibat hukum.

Namun, bukan mengembalikan barang rampasan malahan terlapor berdalih sedang laporan ke Polda Jatim dan menantang Zulfia bertemu untuk bermediasi di Polda Jatim. Saat didatangi ke Polda, MKR yang saat ini jadi terlapor itu malah nge-Ghosting alias “ngilang”. Bahkan, ada dugaan jika MKR ngaku sudah lapor Polda itu hanya akal akalan saja.

“Awalnya ngaku sudah lapor dan ngajak mediasi di SPKT Polda Jatim, setelah kita datangi termyata gak ada kejelasan akhirnya terpaksa kita ambil langkah hukum karena klien kami alami kerugian,” kata Yoga Penasehat hukum Zulfia.

Sekedar mengingatkan, pada Minggu (29/6) lalu sekitar pukul 16.45 Wib terjadi perampasan surat surat mobil dan kuncinya. Awalnya, korban berniat menjual mobil dan memposting di media sosial Facebook agar segera laku. Setelah itu, muncul “makelar” tak dikenal yang mengaku punya pembeli dan akan segera cek unitnya. Dan ternyata, pembeli yang di maksud itu adalah MKR yang saat ini jadi terlapor perampasan.

Saat datang, terlapor juga membawa dua perempuan yang diakui sebagai istri dan saudaranya. Usai cek unit dan surat surat, terlapor malah mengaku sudah melakukan pembayaran kepada orang lain. Padahal, antara penjual dan pembeli masih belum bicara soal harga sama sekali.

“Jangankan terima uang, buktinya saja transaksinya saja saya tidak pernah terima. Selain itu masalah harga kita belum pernah di bicarakan dan saya tidak pernah kirim nomor rekening ke dia,” kata Zulfia

Usai ngaku transfer, pembeli yang kini jadi terlapor ini malah merampas surat dan kunci mobil. Meski sempat dipertahankan, namun Zulfia kalah kuat dengan terlapor dan akhirnya barang barang itu digondol.

Hingga saat ini, Kabar Lensa berupaya mengkinfirmas MKR melalui WhatsApp. Namun upaya yang dilakukan Kabar Lemsa tak membuahkan hasil karena dia masih bungkam tentang masalah ini.

(Die)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *