Dua Anak SMP Ngaku Jadi Korban Cabul, Terduga Pelaku Bakal Masuk P3K

Hukum1351 Dilihat

PASURUAN – Kekerasan seksual terhadap anak dapat menimpa siapa saja. Karena, pelaku kelaianan seksual yang sering menarget anak kecil itu sulit diprediksi kehidupannya. Bahkan, seorang yang berpendidikan pun bisa mengidap kelaianan yang sering menyasar anak kecil. Rabu (11/6/2025).

Baru baru ini, ada kakak beradik yang masih berusia belasan tahun mengaku diperlakukan tak senonoh oleh pria dewasa. Parahnya, pria tersebut bisa dikatagorikan sebagai pacar ibunya.

Kejadian ini awalnya diketahui oleh ibu kandung korban yang mendapat cerita dari anaknya. Kepada dirinya, sang anak pertama itu mengaku diperlukan tak pantas saat rumah keadaan sepi.

“Setelah shalat idul adha, saya pamit keluar bersama anak saya yang kecil dan anak saya sedang tidur di kamar. Dan di rumah hanya ada anak saya dan orang itu,” kata orang tua korban.

Sang ibu tak menaruh curiga karena yang dirumah itu dianggap sebagai keluarga. Kejadian itu terbongkar setelah anaknya menerima kiriman video dewasa dari nomor tak dikenal . Setelah di cek, ternyata nomor itu milik lelaki yang dia anggap sebagai teman dekat itu.

“Anak saya itu menganggap terduga pelaku iku seperti bapaknya sendiri kok malah kelakuannya seperti itu,” imbuh wanita yang kos di Pandaan.

Perlakukan tak senonoh ini rupanya tak hanya dialami oleh sang kakak yang masih kelas 3 SMP. Rupanya, sang adik yang saat ini kelas 1 SMP juga mengaku pernah mengalami perlakukan sama pada saat korban kelas 6 SD. Sehingga mereka berdua saat ini mengalami trauma dan ketakutan.

“Yang lebih kaget lagi anak saya yang masih SMP ternyata mengaku pernah mengalami perlakukan yang lebih parah pada saat kelas 6 SD lalu,” imbuh ibu korban.

Saat dikonfirmasi, pria yang diduga menjadi pelaku pelecehan anak ini masih enggan menjawab. Pria yang saat ini mau masuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) ini tak mau menanggapi tentang peristiwa yang dialami oleh anak tirinya.

(Die)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *