Lujeng merasa terpanggil untuk membantu menyuarakan jeritan para pekerja hiburan karaoke itu. Bahkan, dia mengaku tak akan mengambil upah sedikitpun untuk memperjuangkan mereka yang saat ini bingung dengan kerjaannya yang selalu di cap negatif.
“Tak ada alasan jika pemerintah tidak mau keluarkan regulasi, karena di daerah lain seperti Sidoarjo dan Malang sudah berani keluarkan regulasi dan bisa mengontrol bisnis semacam ini dengan peraturan daerah,” kata Lujeng.
Selain itu, munculnya regulasi menurut Lujeng bisa menjadi menutup adanya tindakan main hakim sendiri. Selain itu, regulasi itu juga bisa mencegah adanya pemalakan yang bisa saja dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan aparat.
“Kalau tidak punya regulasi maka akan muncul efek sosial seperti pemalakan, human trafficking, penjualan Minhol bahkan narkoba nantinya,” papar Lujeng.







