Loncat dari Lantai 3, Remaja Putri Tewas Depan Mata Pujaan Hatinya

Hukum, Peristiwa477 Dilihat

PASURUAN – Seorang remaja tewas usai lompat dari lantai 3 di Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Peristiwa itu terjadi pada Senin (11/9) sekitar pukul 08.00 Wib.

Remaja putri itu diketahui berinisial KIH (19),  perempuan asal Kelurahan Prigen Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan. Korban merupakan karyawan Night caffe Kelurahan Pecalukan Prigen.

Sebelum meninggal, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Prima Husada Sukorejo untuk dilakukan pertolongan. Namun dia akhirnya tewas saat sampai di IGD Rumah Sakit.

Keterangan yang diperoleh polisi, waktu itu korban datang kerumah kekasihnya yang bernama Widad Ghiffari (24), Jalan Palem indah Lingkungan Palembon RT 4 RW 5 Kelurahan Prigen. Keduanya sempat adu mulut karena masalah asmara.

“Dalam rumah itu, keduanya terjadi adu mulut masalah asmara karena korban cemburu terhadap saksi yang kenal dengan perempuan lain,” kata Sugiyanto Kapolsek Prigen.

Kemudian, korban diajak ke sebuah bangunan kosong yang ada di lingkungan Sedap malam Kelurahan Ledug, lalu naik ke lantai 3. Namun tiba-tiba korban memukul wajahnya sendiri dengan batu bata yang ada di dekatnya.

Melihat korban lemas, kekasihnya langsung merangkul dari belakang. Kemudian korban diajak namun dia tidak mau. Setelah di paksa, korban akhirnya mau mengikuti permintaan lelaki pujaannya.

Namun nahas, ketika sang kekasih menyalakan sepedanya, tiba-tiba korban lari ke lantai 3 lagi. Dan saat berada dilantai 3, korban nekat lompati pagar tembok dan terjatuh.

“Saksi katanya sempat mengejar korban dan berusaha meraih tubuh korban yang saat itu sudah nekat melompat,” imbuh Kapolsek.

Karena panik, korban akhirnya menghubungi sejumlah orang untuk minta bantuan. Kemudian korban dibawa ke RS di Sukorejo. Tetapi akhirnya, nyawa korban tak dapat diselamatkan karena luka yang cukup parah.

Usai mendapat laporan, polisi langsung datang ke lokasi kejadian. Polisi melakukan penyelidikan dan Visum et refertum terhadap mayat korban. Namun keluarga korban tak bersedia untuk dilakukan otopsi.

(Die)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *