PASURUAN – Nur Kholik (34) warga Bandungan Desa Gejugjati Kecamatan Lekok alhirnya dibawa ke rumah sakit setelah ditemukan warga di jalan raya Kejayan – Purwosari tepatnya Desa Sambisirah Wonorejo. Saat dibawa, Kholik dalam keadaan pingsan dengan sedikit mengalami luka memar di dahi.
Korban diantar dua pria ke Puskesmas Wonorejo pada Senin (15/6) sekitar pukul 02.53 dini hari. Kabarnya, Handphone serta sepeda motor Vixion putih milik korban raib diambil orang dilokasi kejadian. Setelah dari Puskesmas, korban akhirnya dibawa ke RS Prima Husada lalu pindah ke RS Grati.
Dua orang yang sempat menolong korban adalah warga Karangmenggah dan Purwosari. Saksi itu mengatakan jika dirinya melihat keramaian di utara pom bensin Sambisirah dengan posisi banyak orang tapi hanya ditonton saja.
“Saat itu saya pulang dari Warungdowo. Karena merasa kasihan akhirnya kita bonceng ke Puskesmas agar dilakukan perawatan. Di jalan masih sadar tapi akhirnya pingsan saat perjalanan sampai di pasar Wonorejo,” ungkap salah satu saksi yang sempat mengantar ke Puskesmas.
Di rumah sakit, istri korban mengatakan kalau suaminya berpamitan mau pulang ke rumahnya di Bojonegoro. Bahkan, sang istri sempat menelpon korban sekitar pukul 01.14 Wib, namun korban mengaku masih di perjalanan.
“Jam setengah delapan itu berpamitan mau ke Bojonegoro, bahkan jam Satu pagi saya sempat telponan tapi katanya masih di jalan,” ungkap sang istri.
Istrinya juga mengaku jika korban sempat mentransfer sejumlah uang sebelum peristiwa itu terjadi. Sang istri baru panik ketika mendapatkan telpon jika suaminya masuk rumah sakit dan sepeda motornya hilang.
“Dia sempat transfer uang ke saya, namun pagi harinya kok saya dapat telepon jika suami saya ada di rumah sakit. Saya makin kaget ketika mendengar HP dan sepeda motornya hilang juga,” kata sang istri.
Kasus penganiayaan serta hilangnya barang barang milik korban kini masih misteri. Polisi terus berupaya melakukan penyelidikan agar kasus ini terang benderang.
Bahkan, Saikhu Kanit Reskrim Polsek Wonorejo langsung datangi dua rumah sakit namun saat itu korban masih belum bisa diambil keterangannya.
“Pagi itu kita langsung datangi rumah sakit dan sempat bertemu korban namun korban masih belum bisa dimintai keterangan karena belum stabil,” kata Saikhu kanit Reskrim Polsek Wonorejo.
Meski ada sepeda yang hilang, Kanit Reskrim masih bisa menyimpulkan apakah itu begal atau seperti apa. Karena, hingga saat ini korban atau keluarganya masih belum melaporkan secara resmi.
“Belum berani kami simpulkan apakah ini begal atau seperti apa karena korban masih dirawat. Kami sudah datangi TKP dan akan meminta keterangan dari sejumlah saksi,” pungkasnya. Selasa (16/6/2026)
(Die)










