Suami Lapor Polisi Atas Dugaan Kumpul Kebo di Sumber Banteng Kejayan, Keluarga Minta Segera Ditangkap

Hukum280 Dilihat

PASURUAN – Dugaan kumpul kebo yang terjadi di Sumberbanteng Kejayan rupanya tak selesai. Meski ada isu sudah selesai, ternyata perkara tersebut sudah dilaporkan ke Polres Pasuruan. Laporan dilakukan sang suami berinisial HSN, warga Karangasem Wonorejo pada Selasa (21/7) kemarin.

Suaminya merasa tak terima karena mengetahui istrinya tiba tiba raib pada 8 Juni 2026 lalu. Pelapor HSN makin yakin setelah mendapati sandal dan pakian istrinya sedang dijemur diluar rumah duda berinisial MHR tersebut.

HSN makin jengkel, ketika melihat sendiri istrinya tinggal serumah dengan pria lain berinisial MHR pada saat mereka digrebek. Pihak keluarga yang awalnya berupaya baik baik agar pintunya dibuka namun keduanya tak kooperatif. Bahkan, sejumlah warga sekitar lokasi berusaha membangunkan namun tetap saja pura pura tak dengar.

Tak kehilangan akal, keluarga HSN terus menunggu sampai pagi. Akhinya sang perempuan dan MHR mau muncul setelah salah satu keluarga MHR meminta dibukakan pintu.

“Kalau memang merasa benar, buat apa tak keluar, padahal mereka berdua tidak tidur karena si lelaki itu sempat telpon keluarganya dan mengaku digrebek,” kata HSN.

Setelah dibawa ke kantor desa, keduanya malah masih mengaku jika antara mereka berdua adalah bos dan Baby sitter (pengasuh anak). Karena tak merasa bersalah, akhirnya perkara ini dilaporkan ke polisi. Apalagi, keduanya seperti tak ada penyesalan sama sekali.

“Siapa bilang ini damai, perkara ini tetap lanjut biar mereka berdua tahu akibatnya perbuatannya. Ditunggu saja nanti prosesnya ya,” kata HSN. Jumat (24/7/2026).

Kasus ini bermula ketika wanita bersuami asal Karangmenggah yang tinggal di Karangasem Wonorejo tiba tiba raib dari rumah suaminya. Perempuan berinisial INI atau IN, yang biasanya kerja di toko pakaian pasar Wonorejo itu tiba tiba menghilang tanpa pamit.

Sang suami sudah curiga jika istrinya pergi dengan lelaki lain. Namun, suaminya berusaha tenang agar sang istri tak curiga jika sedang di pantau keberadaannya. Sejumlah orang dan akun tiktok milik istri dan orang yang dicurigai menjadi petunjuk awal kecurigaan.

Dari situ, keberadaan keduanya mulai terpantau. Malam apes akhirnya tiba bagi bos dan babby sistter itu. Ketika buruannya lengah, keduanya didatangi pihak keluarga namun enggan dibukakan pintu.

“Mau alasan bos dan babby sitter, emang masyarakat ini dianggap sangat bodoh. Mereka lupa jika keduanya mesra di tiktok,” ujar adik pelapor.

Sepertinya, kasus ini merembet kemana mana. Artinya, ada dugaan keterlibatan orang lain dalam hubungan keduanya. Soalnya, saat di kantor desa keduanya ngoceh menyebutkan sejumlah nama yang mengetahui hubungan mereka.

Siapa sajakah nanti yang terlibat?. _Bersambung

(Die)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *