PASURUAN – Nasib sial dialami Supardi (44) usai jadi korban penembakan di lingkungan Pesanggrahan, Tretes Prigen Pasuruan. Korban diberondong tembakan peluru Airsoft Gun dari jarak dekat pada Rabu (15/4/24) lalu sekitar pukul 06.00 Wib.
Akibatnya, korban alami sejumlah luka di tubuhnya. Bahkan saat ini masih ada proyektil menyerupai logam masih bersarang di tubuh korban. Saat itu, korban sempat dibawa ke Puskesmas untuk jalani perawatan.
Terduga pelakunya adalah seorang pria yang diduga penjaga wisma di kawasan Lingkungan Pesanggrahan, Tretes Prigen. Cicirinya, terduga pelaku itu berperawakan besar dan kerap mengaku anggota . Namun, belum bisa dipastikan apakah dia benar benar anggota atau hanya anggota “gadungan”.
Awalnya, korban datang TKP hanya untuk meminta ganti rugi ke wisma. Dia menagih kesepakatan tentang pelayanan tamu. Waktu itu, korban menyewa anak buah terlapor untuk melayani seorang tamu. Namun, ternyata pelayanan anak buah terlapor ini tidak memuaskan. Sehingga dia menagih janji ganti rugi terhadap terlapor.
Namun, harapan korban ternyata kandas saat datang ke wisma tersebut. Karena, dia akhirnya cekcok mulut di pagi buta. Tragisnya, korban diberi hadiah tembakan Airsoft Gun.
“Saat itu saya hanya fokus meminta ganti rugi ke wisma itu sesuai dengan perjanjian awal. Tetapi, ada seseorang dengan tubuh besar ini keluar langsung menembak saya dengan jarak dekat tidak tau berapa kali dan saya juga tidak merasa jika sudah bersarang di tubuh saya,” ucap Supardi, Sabtu (18/04/2026).
Korban manambahkan, jika terduga pelaku lari ke tempat perkampungan di sekitaran tersebut. Bahkan, korban sempat melakukan pengejaran namun karena masuk ke perkampungan akhirnya dia memilih untuk mundur.
“Saya sempat mengejar seseorang ini, tapi dia memasuki area perkampungan jadi saya memilih mundur. Dia itu, sempat berteriak ke wisma miliknya untuk memberikan uang ganti sebesar Rp 500 ribu, sesuai perjanjian awal itu,” jelasnya.
Supardi sempat menunjukkan beberapa bekas luka tembakan hingga proyektil yang menyerupai peluru logam bulat masih bersarang di tubuh korban.
“Kemarin hasil Rotgen itu ada dua proyektil yang masih bersarang di pipi sebelah kiri yakni bawah mata dan pipi bawah rahang. Kalau dibadan saya belum Rotgen, ada empat bekas luka tembak yakni di leher, dada, pundak dan perut,” tambah korban sembari menunjukkan bekas luka.
Kasus ini kata Supardi sudah dilaporkan ke Polisi. Dia berharap pelaku segara ditangkap untuk mempertanggujawabkan perbuatannya
“Saya berharap, semoga terduga pelaku bisa tertangkap oleh Polisi,” pungkasnya.
(Die/Um)









