Dituduh Terlibat Penggelapan Mobil, Kades Kluwut Angkat Bicara

Hukum457 Dilihat

PASURUAN – Muhamad Yusuf Hasyim, Kepala Desa Kluwut angkat bicara tentang narasi penggelapan mobil yang dialamatkan pada dirinya. Pria yang biasa dipanggil Has itu membantah keras jika dirinya dianggap terlibat dalam perkara mobil Reborn milik warga Surabaya. Jumat (6/3/2026)

Dia mengaku tak tahu sama sekali tentang Inova Reborn yang saat ini dipermasalahkan. Kades Kluwut itu baru tahu, saat dimintai tolong seseorang bernama Ardi untuk mencarikan keberadaan mobil yang katanya berada ditangan anggota Sakera.

Awalnya, dia sempat menolak dan menganjurkan orang tersebut untuk mencari sendiri kepada orang lain. Namun orang tersebut tetap ngeyel minta bantuan agar sang Kades membantu mencarikan keberdaan mobil tersebut.

“Kalau mobil rental rental itu saya gak tahu mas, kamu mending minta tolong ke orang lain saja mas,” ujar Hasyim kepada Ardi saat itu.

Kades Kluwut itu sempat mencari informasi keberadaan kepada pengurus dan ketua umum Sakera. Namun, rupanya informasi itu buntu dak tak ada kabar sama sekali.

Karena terus didesak, Kades Kluwut itu akhirnya kirim pengumuman disebuah group untuk keberadaan mobil. Tak lama, salah satu orang mengaku menerima gadai dari seorang berinisial TLB.

Informasi itu akhirnya disampaikan kepada Ardi jika keberadaan mobil itu sudah ditemukan. Karena sedang Umroh, Kades Kluwut meminta Ardi menunggu pulang hari Senin. Karena terdesak, akhirnya uang itu di transfer ke Kades Kluwut. Setelah mobil ditangan pemilik, akhirnya uang itu di TF ke penerima gadai.

“Waktu itu pesawat Delay akhirnya tak jadi pulang, dan terpaksa di TF ke saya karena saya saling menjaga kerena antara penerima gadai dan pemilik mobil,” kata Kades Kluwut

Kades Kluwut membenarkan adanya pemanggilan dari polisi. Namun, dia mengaku dipanggil hanya sebagai saksi. Artinya, statusnya tak segawat seperti yang dikabarkan di media sosial.

“Sebenarnya perkara ini gak ada apa apa, tapi ternyata muncul berita seolah olah saya yang melakukan penggelapan, sehingga warga saya menjadi panik dan khawatir,” kata Kades Kluwut.

Dari klarifikasi ini, Kades Kluwut berharap agar berita ini menjadi berimbang. Karena, “Gorengan” berita tak jelas itu sangat merugikan dirinya sebagai Kades. Selain pada pribadinya, berita seperti itu juga membuat kaget keluarga besarnya. (Die)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *