PASURUAN – Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang awalnya adem ayem kini diguncang prahara. Badai tak sedap itu muncul usai salah satu pria yang disinyalir sebagai pegawai di Kabupaten Pasuruan digerebek Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pada Rabu (6/4/26) kemarin.
Ironisnya, pria tersebut digrebek saat berada di komplek perkantoran Raci. Dia digerebek karena diduga berbuat “mesum” dalam mobilnya. Parahnya lokasi parkir itu berada di lingkungan kantor pemerintah yang seharusnya jauh dari perbuatan tercela.
Dalam video yang diperoleh Kabar Lensa, nampak pria yang digrebek itu masih menggunakan PDH putih dengan logo bertuliskan “PEMERINTAH KABUPATEN PASURUAN”. Lelaki tersebut juga masih memakai celana hitam dengan mode santai seakan tak terjadi apa apa.
Salah satu petugas Satpol PP itu rupanya berusaha mengintrogasi pria tersebut. Namun pria yang diduga sebagai pegawai itu tetap santai “mengelak” tak terjadi apa apa.
Bahkan, petugas itu sempat menanyakan perempuan yang saat itu bersama pria berseragam tersebut. Namun sang pria masih kekeh menjawab tak kenal secara detail pekerjaan perempuan itu dimana. Pria tersebut hanya terlihat gugup sampai keceplosan menyebut nama wanita yang dimaksud. Hanya saja, dia masih tertutup alamat pekerjaan perempuan itu dimana.
“Dari Lembaga SD, tidak tahu SD mana,” kata pria berseragam pegawai itu.
Tak kalah akal, pihak Satpol PP akhirnya minta izin geledah mobil Jazz yang diduga jadi saksi bisu kelakukan mereka berdua saat didalam. Saat digeledah, banyak ditemukan tisu dalam mobil serta seragam warna coklat.
Di Akhir penggeledahan, situasinya bikin mata terbelalak. Karena, salah satu petugas Satpol PP menemukan segumpal tisu yang diduga sebagai “benih jantan”. Gumpalan tisu itu digenggam Satpol PP sambil menunjukkan pada pria tersebut.
Meski merasa dibohongi, Satpol PP itu tetap berusaha tersenyum. Namun petugas itu berusaha meyakinkan sambil menunjukkan tisu digenggamannya seraya berkata “ini sperma jenengan ngge?,”. Meski sedikit kaget, rupanya pria tersebut masih mengelak dan tetap berkata “bukan”. Namun pria tersebut sepertinya sedikit panik dan langsung masuk mobil.
Kepada Wartawan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan belum bisa memberikan keterangan secara rinci. Dia hanya menjawab bahwa perkara ini masih dilaporkan kepada pimpinannya.
“Walaikumsalam, saya masih melaporkan ke pimpinan, masih menunggu petunjuk mas, Ngapunten,” Kata Kadis Pendidikan.
(Die/Mam)













