Masalah Dua Mobil Desa Belum Kelar, Dugaan “Kemplang” Pajak Selimuti Pemerintah Desa Tamansari

Viral72 Dilihat

PASURUAN, – Kasus mobil siaga dan ambulance desa Tamansari rupanya benar benar jadi pemicu terkuaknya kelakuan Kepala Desa Tamansari. Apalagi, Mustain Romli selaku Kepala Desa terus saja bungkam meski isu panas ini terus menggelinding di desanya. Senin (18/5/24)

Perakara yang awalnya hanya santer tentang raibnya mobil desa saja, kini malah merembet ke perkara lain. “Borok” lama yang selama ini hanya disimpan warga, ternyata saat ini sudah seperti bisul yang hendak pecah.

Gara gara kasus mobil ambulance dan siaga desa, kini satu persatu permasalahan di Tamansari Wonorejo mulai terkuak. Sebagian yang mulai menyeruak adalah kasus pajak warga yang diduga di “kemplang”.

Informasi yang diperoleh Kabar Lensa, ada sejumlah pajak warga yang belum dibayarkan oleh pihak desa. Padahal, pemilik bumi atau bangunan itu sudah membayar secara rutin tiap tahun. Sehingga muncul tagihan serta denda yang harus ditanggung pemilik.

“Saya tak pernah telat, kok ada tunggakan hingga ada dendanya,” kata salah satu warga Tamansari sambil menunjukkan tagihan pajak.

Kalau hanya satu tahun saja yang di kemplang, mungkin bisa dikatan tidak sengaja. Artinya, bila yang di kemplang itu bukan banyak serta bukan setahun saja, maka niatan untuk kemplang uang pajak itu sepertinya benar benar di sengaja.

“Ini buktinya ada 6 SPPT atau surat pemberitahuan pajak terhutang milik saya yang nunggak, masak ini tidak disengaja,” kata warga Tamansari.

Dari perkara ini, rupanya kinerja Kepala Desa Tamansari harus benar benar dikontrol oleh pihak Kecamatan. Kecamatan tak boleh gampang percaya dengan tindak tanduk administrasi dari pihak desa.

Selain itu, inspektorat dan inspektorat juga tak boleh berpangku tangan. Mereka harus segera meng-audit keuangan serta menyisir keluhan warga yang selama ini terpendam.

Sementara itu, Kepala Desa Tamansari Wonorejo belum memberikan klarifikasi secara rinci tentang permasalahan di lingkaran pemerintahannya. Sedangkan Camat Wonorejo masih berjanji akan memanggil Kepala Desa untuk dilakukan klarifikasi.

(Die)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *