Tentang Calon Bupati, Lihat Isi Otak Bukan Isi Dompetnya

Politik, Sosial2429 Dilihat

Munculnya sejumlah calon ini mendapat respon dari Direktur Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan (PUS@KA) Lujeng Sudarto. Menurut Lujeng, mestinya partai partai itu bisa memunculkan kader terbaik untuk bisa memimpin pasuruan 5 tahun ke depan. Lujeng wanti wanti, agar partai politik yang mengusung calon tak hanya mengejar kemenangan semata.

“Jangan hanya elektabilitas digenjot tapi kapasitas merosot,” jelas Lujeng

Artinya, para calon yang akan bertarung nanti tidak hanya mengandalkan gimmic dan tebar pesona saja senyam senyum tak jelas. Tapi, mereka harus bisa mensosialisasikan isi otak untuk kemajuan pasuruan.

“Warga Pasuruan mestinya disodori konsep dan gagasan untuk membangun Pasuruan, bukan hanya sekedar gimmic tapi tanpa ide yang jelas,” papar Lujeng.

Lujeng sempat menyentil pemasangan baliho untuk mencari dukungan. Dalam gambar tersebut, Lujeng menilai pemasangan baliho seperti sebuah perlombaan pasang baliho yang tak jelas substansinya.

“Pasuruan itu butuh kepemimpinan yg kompeten dan bisa menjawab kompleksitas permasalahannya,” kata Lujeng.

Kata Lujeng, besarnya baliho itu tak bisa mewakili isi otak para calon. Bahkan, Pasuruan tak akan punya harapan maju bila ukurannya hanya pada popularitas dan duit calon tanpa gagasan.

Dari situ,Lujeng berharap partai politik dan masyarakat Pasuruan bisa mengukur para calon itu melihat isi otak bukan isi dompetnya.

“Kalau hanya populer, punya duit, tapi minus kapasitas dan integritas, ya Pasuruan ke depan hopeless,” harap Lujeng

(Die)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *