Pemilik Warung Karaoke Diduga Jadi Dalang Laporan Palsu Kecelakaan Tunggal yang Tewaskan Samsudin di Jalur Bakalan – Saygon Purwosari, Jasa Raharja Jadi Tersendat

Pariwisata522 Dilihat

PASURUAN – Sedikit demi sedikit dugaan keterangan paslu dalam kauss kecelakaan lalu lintas yang dialami almarhum Samsudin mulai terkuak. Kebohongan yang selama ini berusaha ditutupi ternyata jebol usai sejumlah saksi dan bukti bermunculan. Sepeda motor CB 150 R yang diduga jadi lawan kecelakaan ditemukan, sedangkan sejumlah saksi juga ada. Senin (13/7/2026).

Bahkan, saksi Kholili yang saat itu membawa korban ke RS Prima Husada juga menyaksikan olah TKP ulang dan mengaku melihat kedua korban dan motornya yang bergelimpangan.

“Almarhum ada disini, dua sepeda motor ada disini. Korban dan lawannya itu sama sama dari warung yang tak jauh dari lokasi kejadian,” jelas saksi kholili sambil menunjukkan lokasi korban dan dua sepeda motor.

Kholili sangat hafal dengan pemilik sepeda motor CB 150R yang baru saja diamankan polisi itu. karena Kholili sempat di target uang untuk beli minuman tapi dia ogah memberi. Sedangkan Almarhum Samsudin dia ketahui akan membeli isi tabung LPG.

“Sempat minta uang ke saya untuk beli minuman tapi saya tidak memberi bahkan saya pelototi dan satunya lagi membawa sepeda Mio membawa tabung LPG,” papar saksi Kholili.

Terpisah, Fajar Sirmansyah, warga Gerbo Purwodadi Pasuruan yang sempat memberikan keterangan palsu tentang kecelakaan tunggal itu akhirnya jujur. Fajar jujur bahwa dirinya tak tahu ada kecelakaan di Bakalan – Saygon itu. Dia baru tahu setelah di telpon temannya yang saat itu berada di warung karaoke.

Bahkan Fajar ngoceh jika keterangan yang dia sampaikan ke polisi waktu itu adalah arahan dari pemilik warung karaoke berinisial MSTM. Kata Fajar, MSTM bercerita keapada dirinya jika almarhum Samsudin itu kecelakaan tunggal. Bahkan anak buahnya juga dikirimi pesan suara oleh pemilik warung agar mereka tutup mulut dan tetap mengatakan bahwa almarhum korban kecelakaan tunggal.

Sebelum lapor polisi, Fajar dan pemiik warung sudah berdebat kondisi Bawon yang saat ini diduga jadi lawan kecelakaan. Karena, Fajar mencurigai Bawon itu sedang mabuk. Namun, sang pemilik warung malah mengedipkan mata seaakan memberi isyarat agar tak membahas Bawon karena ada keluarga korban Samsudin di sebelahnya.

“Saya lapor polisi atas perintah dan arahan pemilik warung agar kecelakaan itu mejadi kecelakaan tunggal, dan saya sempat curiga kalau Bawon itu mabuk tapi malah diberi isyarat agar tak bicara depan keluarga alamrhum Samsudin,” ungkap Fajar.

Fajar juga buka bukaan, jika pemilik warung mengirimkan pesan suara kepada pegawainya bernama Meta agar kasus ini menjadi kecelakaan tunggal. Bahkan, Meta menerima pesan itu sebelum ada laporan ke polisi. Artinya, dugaan rekayasa keterangan ini memang disengaja bukan karena lalai. Sebab, pembahasan Bawon atau pemilik CB putih (milik lawan) serta arahan laka tunggal kepada karyawan itu terjadinya sebelum adanya laporan.

Sekedar mengingatkan, Samsudin akhirnya meninggal usai koma satu di RS Prima Husada akibat kecelakaan pada Selasa malam (30/6/2026). Jasa Raharja kematian korban tersendat karena peristiwa itu dilaporkan laka tunggal oleh seseorang. Saat ini, keluarga sedang berjuang mendapat hak dan keadilan bagi almarhum Samsudin.

Apa tujuan laporan palsu itu? _Bersambung

(Die)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *